ULASAN BUKU: WHAT I TALK ABOUT WHEN I TALK ABOUT RUNNING

 

WHAT I TALK ABOUT WHEN I TALK ABOUT RUNNING
Diterjemahkan dari Hashiru Koto ni Tsuite Kataru Toki ni Boku no Kataru Koto
Cetakan Kedua, Mei 2016

Penulis                       : Haruki Murakami
Penerjemah                : Ellnovianty Nine Sjarif dan A. Fitriyani
Perancang sampul      : Fahmi Ilmansyah
Pemeriksa aksara       : Pritameani
Penata aksara             : Anik Nurcahyati
Penerbit                      : Bentang Pustaka
                                     Jalan Plemburan No. 1 Pugong Lor, RT 11, RW 48 SIA XV,
                                     Sleman Yogyakarta - 55284, Telp.: 0274 - 889248/Faks: 0274 -                                                                883753
, Surel: info@bentangpustaka.com,
                                            
Surel redaksi: redaksi@bentangpustaka.com                                                             
                                      http://bentangpustaka.com

Didistribusikan oleh    : Mizan Media Utama
                                      Jalan Cinambo (Cisaranten Wetan) No. 146, Ujungberung,                                       
                                      Bandung – 40294, Telp.: (022) 7815500, Faks: (022) 7834244,
                                      Surel: mizanmu@bdg.centrin.net.id


Sifat Keras Kepala yang Membawanya
 Menjadi Novelis Pelari

           

Sifat keras kepala Haruki Murakami
di mulai sejak Sekolah Dasar,
di mana ia tidak tertarik dengan
hal-hal yang dipaksakan untuk dipelajarinya
.


P
ADA sebuah musim semi, Haruki Murakami menerima telepon dari editor majalah sastra bulanan Gunzo, bahwa Kaze no Uta o Kike (Hear the Wind) masuk tahap penilaian akhir dan mendapatkan penghargaan sebagai juara karya pemula. Penghargaan itu diterbitkan dalam bentuk bunkobon (buku saku). Kemudian, ia menulis 1973-Nen no Piinbōru (Pinball, 1973). Kedua novel dinominasikan untuk Penghargaan Akutagawa, namun tidak memperoleh penghargaan.

          Proses penulisan novel Kaze no Uta o Kike (Hear the Wind) dan 1973-Nen no Piinbōru (Pinball, 1973) dilakukannya di sela-sela mengurus bisnis (kelab jazz); di mana ia harus berusaha meluangkan waktu 30 menit, sejam, atau mencuri sedikit waktu saat bekerja di kelab. Perlahan-lahan, ia ingin menulis novel yang lebih substantif dan berkarakter kuat. Agar lebih fokus, ia memutuskan untuk menutup sementara kelab jazznya, tapi orang-orang di sekelilingnya tidak setuju karena penghasilan dari kelab jazz jauh lebih besar dari menulis.

          Haruki Murakami berkata pada istrinya, "Aku ingin bebas selama dua tahun ke depan untuk menulis. Kalau nanti gagal, kita masih bisa membuka toko kecil di suatu tempat. Aku masih muda dan kalau gagal dapat berusaha lagi." Keputusan itu diambil tahun 1981 dan istrinya menyetuyuinya--padahal mereka masih punya utang yang lumayan banyak.

***

MENJADI penulis lepas, membuat tubuhnya gampang gemuk kalau tidak melakukan apapun. Ia merokok 60 batang/hari yang membuat kukunya menguning dan badan bau asap rokok. Akhirnya, ia sadar bahwa hal ini tidak baik buat dirinya. Dalam menulis novel Hitsuji a Meguru Boken ia memulai kebiasaan berlari setiap hari. Karena dengan itu, ia memiliki motivasi yang kuat untuk berhenti merokok.

          Di halaman 53, ia juga menulis alasan utama kenapa memilih olahraga berlari  daripada olahraga lainnya. Haruki Murakami menjelaskan, "Bukan cuma tekad yang kuat yang membuat kita bisa melakukan sesuatu. Dunia tidak sesederhana itu. Sejujurnya aku bahkan tak berpikir bahwa ada korelasi antara aku berlari setiap hari dan apakah aku memiliki niat yang kuat atau tidak. Kupikir, aku bisa rutin berlari selama lebih dari dua puluh tahun karena alasan sederhana, yakni lari cocok untukku. Atau, paling tidak, karena aku tak merasa bahwa berlari itu menyakitkan. Manusia secara alami akan terus melakukan sesuatu yang disukainya dan tidak melanjutkan sesuatu yang tidak disukai."

          Sebagian besar pengetahuanya tentang menulis ia pelajari melalui berlari setiap hari. Contoh pelajaran secara fisiknya adalah seberapa banyak ia harus bersikap keras kepada dirinya sendiri, seberapa banyak istiharat yang diperlukan, dan seberapa istirahat yang berlebihan.

          Untuk pengetahuan menulisnya sendiri; berlari adalah aktivitas yang tepat untuk dirinya menghafal. Saat menggerakkan kaki, ia membariskan kata-kata dalam kepalanya, mengukur ritme kalimatnya, lalu mengetahui bagaimana bunyinya.

Komentar

Postingan Populer