PKMP: Melihat Kepayahan Kita dalam Mengerti Kebutuhan Tubuh Sendiri
PKMP:
Melihat Kepayahan Kita dalam Mengerti
Kebutuhan Tubuh Sendiri
SEBAGAI peserta PKMP, sikap cuek kita terhadap tata tertib malah berujung merugikan diri sendiri. Padahal, panitia telah menyuruh kita mencatat segala tata tertib PKMP, contohnya:
Tata Tertib tentang Makan dan Minum
Kita disuruh untuk tidak berisik, tidak berceceran, dihabiskan, dll. Dalam tata tertib tersebut tidak ada peraturan yang menyuruh kita makan tujuh menit. Tapi, salah satu dari kita tidak ada yang berani bersuara dan protes. Kita malah makan dengan berisik dan makan diselesaikan dengan sisa-sisa nasi yang berceceran--yang jelas-jelas melanggar tata tertib.
Begitu juga minum. Kita sebenarnya boleh minum asalkan kita izin ke K3 terlebih dahulu, bukan tidak boleh minum. Nyatanya, kita tidak berani izin ke K3 dan minum hanya saat disuruh minum. Dan bodohnya, kita memakai satu botol minum untuk lima orang.
Akhirnya, beberapa orang dari kita ambruk karena dehidrasi. Sebenarnya panitia telah memberi tahu kalau tidak enak badan, kita bisa lapor ke panitia yang di lengannya diikat pita kuning.
Dari tulisan di atas, kita bisa melihat jelas jahatnya kita terhadap diri kita sendiri. Sebagai mahasiswa kita merasa malu karena tidak bisa memimpin diri kita sendiri: kita tidak bisa mengerti apa yang dibutuhkan tubuh kita sendiri.
Kita tidak bisa berkata, "Aku tidak bisa makan dengan cepat, Kak. Karena makan dengan cepat bisa membuat sakit perut. Begitu juga dengan minum, Kak. Kami tidak bisa meminum satu botol untuk lima orang. Jelas ini sebuah penyelewengan karena di tata tertib tidak ada, apalagi tindakan ini termasuk kejahatan."
Kita adalah enam puluh manusia yang belum layak disebut mahasiswa.


Komentar
Posting Komentar